.: sEgALaNyA iTu tTg SeGaLaNyA

3 December , 2005

Ketauan Bo’ong setelah menikah

Filed under: Artikel Nikah & RT

Kebohongan Terungkap Setelah Menikah
29/11/2005 09:57 WIB

Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Ibu pengasuh yang saya hormati, mohon bimbingannya.
Saya Nur Amir, laki-laki berumur 28 tahun. Pada saat berumur ± 24 tahun, saya memiliki pacar yang sebenarnya saya tidak terlalu mencintainya, di mana gaya pacaran kami bebas namun tidak sampai berhubungan kelamin. Setelah kami pisah, saya merasa berdosa dan segera bertobat kepada Allah dan tidak ingin mengulanginya lagi (pacaran) dan akan saya lakukan dengan istri saja. Seiring perjalanan waktu, saya mulai memperhatikan beberapa gadis yang menarik perhatian saya. Salah satunya sebut saja namanya Ati yang saya perhatikan ± 1 tahun lamanya.

Bagi saya si Ati adalah gadis yang mampu menjaga perilakunya dibanding dengan yang lain. Berulang kali saya menyampaikan salam saya kepada dia melalui teman-temannya, tapi jawaban yang tegas tidak saya dapatkan apakah menerima saya sebagai pacar atau tidak. Dan menurut informasi dari teman-temannya, dia tidak mau pacaran walaupun banyak lelaki yang berminat. Saya sungguh memujanya dengan sikapnya itu.

Setelah dia tamat sekolah, saya menyampaikan secara langsung bahwa saya sudah lama memperhatikan dan menyukainya. Dan sekali lagi dia menyatakan bahwa dia tidak punya pacar dan tak ingin pacaran. Begitu sukanya aku, sehingga saya berniat untuk menikahinya. Jujur saja bahwa, niat saya menikahinya karena seagama, cantik dan perilakunya baik walaupun dia dari keluarga yang biasa-biasa saja. Lamaran pun diadakan dan alhamdulillah eluarga dan orang tuanya menerimanya, walaupun saya tidak minta persetujuan si Ati sebelumnya. Saya pun mulai rajin bertamu ke rumah dia, mengajaknya jalan hampir setiap malam dan kami banyak mengobrol tentang masa lalu kami masing-masing secara jujur.

Beberapa kali saya tegaskan kepada dia untuk menolak pinangan saya kalau saya tidak berkenan di hati atau kalau memang sudah ada pacar. Dia pun bercerita bahwa dia pernah pacaran sampai tiga kali. Walaupun setahu saya dari teman-temannya hanya sekali saja. Kaget rasanya, tapi saya yakin ini jujur dari dia dan saya tetap pada pendirian sebelumnya.

Semakin penasaran, saya terus mengorek keterangan dia tentang gaya berpacarannya. Tapi katanya sebatas cuma pegang tangan, dan di cium pipinya. Yang lainnya tidak. Sakit juga rasanya mendengar, tapi saya tetap pada pendirian untuk menikah dan menganggap itu semua sudah lalu. Tapi saya sempat memperingatkan beberapa kali agar tidak berbohong kepada saya tentang ceritanya itu. Dan ia pun sanggup. Kurang lebih 2 bulan setelah saya menyatakan suka dan melakukan lamaran, pernikahanpun dilaksanakan dan kami hidup sebagaimana layaknya suami istri.

Setelah 1 bulan berumah tangga, ia baru menceritakan bahwa ia sangat mencintaiku dan menyerahkan sepenuh hatinya padaku. Sebelumnya walaupun sudah sah menikah, dia mengakui kalau dalam rentang waktu itu dia tidak mencintaiku dan cintanya mengambang entah kepada siapa. Setelah aku desak untuk bersumpah barulah ia mengakui bahwa ia sedang ada pacar sewaktu saya menyatakan suka dan ia sempat bertemu 3 kali sebelum akhirnya putus.

Ia juga mengakui bahwa ciuman itu diterima dari pacarnya sehari setelah saya menyatakan suka tapi belum resmi dilamar. Ia juga mengakui bahwa sempat bersalaman sewaktu bertemu di atas kapal sewaktu mengantar neneknya. Sambil menangis Ia meminta maaf dan berjanji tak akan berbohong lagi, karena ia sudah sepenuh hati mencintaiku. Saya sangat marah mendengarnya dan ingin rasanya berpisah. Saya jadi curiga bahwa kelakuan mereka melebihi dari salaman saja, misalnya ciuman perpisahan.

Tapi dia tetap keras bahwa kejadiannya hanya sebatas salaman saja. Masalah ini terus membebani saya. Saya merasa tertipu, dibohongi. Saya khawatir dia akan mengulanginya lagi. Apakah ini adalah hukum karma bagi saya? Apakah saya boleh meminta sumpahnya atas nama Allah untuk tidak berbohong lagi walaupun dia sudah berulangkali mengaku salah dan meminta maaf? Tolong bimbingannya atas masalah saya ini berdasarkan syariat Islam. Terima Kasih.

Wassalamu Alaikum Wr. Wb.
Amir

Jawaban:

Assalammu’alaikum wr.wb.

Bapak Amir yang baik, nampaknya bapak merasa sangat kecewa\ dengan ketidak jujuran istri atas masa lalunya. Meskipun itu merupakan hal yang sudah berlalu namun bapak khawatir jika kebohongan yang pernah dilakukannya itu akan diulanginya lagi. Dan permasalahan tersebut nampaknya demikian besar mengganggu pikiran bapak sampai menggoncang keharmonisan rumah tangga yang baru terbina. Bahkan tangisan dan permintaan maaf istri bapak juga tidak mampu menghapus kegusaran dalam hati anda sampai meminta istri untuk bersumpah atas nama Allah.

Masalah tersebut tentu demikian prinsipil menurut bapak, sehingga sulit bagi bapak juga untuk memaafkan istri ataupun sekedar menganggapnya masa lalu. Menerima seseorang apa adanya dengan segala kekuarangannya memang bagian tersulit dalam hubungan suami istri. Dahulu bapak memiliki pandangan yang cukup positif terhadap istri oleh karenanya berniat menjadikannya istri, namun setelah menikah baru terungkap kelemahannya terhadap masa lalunya yang tidak diungkapkan pada bapak.Tentu hal itu mengejutkan jika selama ini bapak menganggap istri sebagai seseorang yang selalu menjaga dirinya.

Namun, keberanian istri bapak untuk mengungkapkan rahasianya terhadap bapak merupakan hal yang harus dihargai sebagai bertambah besarnya kepercayaan dan cintanya pada bapak saat ini. Bukankah itu merupakan hal yang patut disyukuri? Hal ini menunjukkan keberhasilan hubungan yang telah bapak bina bersamanya, bahwa istri berani mengekspresikan dirinya apa adanya tanpa berniat untuk ada yang ditutup-tutupi. Tentu saja ketika dia ungkapkan hal tersebut maka istri berharap bahwa bapak akan mencintainya apa adanya sebagaimana di saat ini istri mencintai dan menerima diri bapak seutuhnya.

Setiap kita pasti pernah berbuat kekhilafan, sebagaimana bapak dulupun pernah berbuat demikian. Jika istri dapat menerima bapak dengan segala kelemahan di masa lalu maka perlakukanlah ia dengan serupa. Sebagai hamba tentunya kitapun seharusnya menteladani sifat Allah yang Maha Agung. Bukankah Allah mencintai hamba-hamba nya yang bertobat, bahkan Allah sangat senang menyambut seseorang yang mengakui kesalahannya dan berusaha tidak mengulanginya dan dibalas Nya hal tersebut dengan permbersihan diri hamba tersebut dari dosa-dosanya. Meskipun kemungkinan hamba tersebut melakukan dosa lagi namun pengampunan Allah selalu diberikan tanpa vonis apa yang mungkin dilakukan di masa mendatang.

Dan dalam al-Qur’an Allahpun memerintahkan seorang suami untuk bersabar atas kekurangan istrinya, sebagaimana tercantum dalam surat an-Nisaa’ ayat 19: .”..bila kamu tidak menyukai mereka,(maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” Jadi pak ada baiknya tinggalkan masa lalu dan tak perlu mengorek terus kekhilafannya, bahkan Allah pun memerintahkan seorang hamba untuk menutup aibnya jika Allah tidak membukanya.

Sesungguhnya Allah tahu yang terbaik bagi kita jika kita disatukan dengan seseorang yang memiliki masa lalu hampir sama dengan kita maka mungkin Allah inginkan kebaikan dari orang-orang yang sama-sama bertobat. Menurut saya tidak perlu memikirkan karma, yang penting bagaimana sekarang berusaha bersama-sama untuk bisa memperbaiki diri dan membina rumah tangga yang sakinah. Wallahu’alambishawab.

Wassalammu’alaikum wr. wb.
Rr. Anita W.

Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://foens.blogsome.com/2005/12/03/ketauan-boong-setelah-menikah/trackback/

No comments yet.

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>























Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer