Kesehatan Wanita
Kesehatan Wanita
Penulis : Dr. Halimah Ali
KotaSantri.com : Kesehatan itu penting bagi semua manusia, terutama bagi kaum wanita yang harus menempuh berbagai gelombang kehidupan yang biasanya sangat berat. Gelombang pertama yang ditempuh oleh kaum wanita ialah sewaktu mulai masa kewanitaannya dengan datangnya haid. Kedua, setelah mengarungi alam remaja dan pada awal dewasa pula ia menempuk alam perkawinan. Diikuti juga dengan gelombang ketiga, yaitu alam keibuan. Dan akhirnya gelombang putus haid (menoupause).
Sesungguhnya untuk menjadi ibu yang sehat, seseorang itu memerlukan penjagaan awal sebelum ia menjadi seorang ibu. Sepatutnya pula hal ini dilakukan semasa bayi. Anak perempuan yang terganggu pertumbuhannya akan menjadi wanita yang kecil dan rendah. Dan pada lazimnya, ibu yang demikian lebih cenderung menghadapi beberapa masalah sewaktu mengandung dan melahirkan anaknya.
Anak-anak perempuan yang sering mengidap cacingan akan selalu kekurangan darah dan nampak pucat, letih dan lesu. Dan jika keadaan ini berkelanjutan sehingga ia mengalami haid, keadaannya akan bertambah buruk. Jika ia tumbuh dalam keluarga yang tidak memperhatikan cara makan yang optimal ia akan terus hidup dalam kesehatan yang tidak sempurna. Dan selanjutnya akan banyak juga masalah kesehatan yang dihadapinya nanti apabila ia menjadi ibu dari anak-anaknya.
***
Kepentingan Kesehatan Bagi Wanita
Ada pepatah mengatakan : “Kesehatan Wanita Tiang Kebahagiaan Keluarga.” Jelaslah, kestabilan suatu masyarakat akan terganggu jika kebanyakan daripada unit-unit kecilnya, yakni keluarga, tidak bahagia. Kita bisa mengibaratkan wanita itu sebagai salah seorang pengurus dalam suatu serikat kerja. Jika ia jatuh sakit, fisik maupun mental, maka serikat itu akan terganggu ataupun mengalami kerugian. Begitu juga dengan sebuah rumah tangga di mana isteri adalah seorang penolong pengurusnya.
Isteri atau ibu yang tidak bisa berfungsi dengan normal akan merugikan serta membebankan suami dan anak-anaknya. Rumahnya sudah tidak terurus dan jika ia terlalu sering sakit si suami akan lebih senang mencari ganti yang lain (Na’udzubillah). Untuk menghindari kejadian pahit seperti ini, wanita harus membekali dirinya dengan kelengkapan dan persediaan yang secukupnya sebelum menempuh gerbang perkawinan. Dan bagi yang sudah berumahtangga dan menghadapi masalah seperti itu dengan kesehatannya, bertindaklah segera sebelum parah, sebelum nasi menjadi bubur.
***
Proses Kewanitaan
Seseorang wanita diciptakan berbeda dengan lelaki. Sejak janin, seorang wanita dibekali alat peranakan yaitu rahim dan pangkal rahim, ovari, saluran faraj dan buah dada yang berlainan dengan lelaki. Inilah keempat keistimewaan yang menjadikan wanita itu sempurna setelah mempunyai kelenjar pituitari (kilang induk). Keempat pusaka itu bisa menjamin kebahagiaan seorang wanita, dengan kehendak Allah SWT. Dan, alat-alat ini juga bisa merusakkan masa depan seseorang wanita jika ia gagal menjaga kehormatan dan kesuciannya menurut aturan yang telah ditetapkan Allah SWT, na’udzubillah.
Proses kewanitaan bermula di peringkat akil baligh (semasa 9-15 tahun) yang disebabkan oleh aktifitas kelenjar pituitari. Kelenjar ini berfungsi sebagai lonceng ajaib yang apabila berbunyi pada masa yang tepat akan mengisyaratkan kepada semua organ kewanitaan supaya berkembang dan memulai fungsinya dengan sewajarnya. Pinggang menjadi ramping, pinggul membulat, jerawat mulai timbul, dan buah dada mulai mengembang dan merasa sakit karena tegang.
Kedua kilang ovari yang mengandung sekitar 400.000 sel telur pra-matang semasa lahir dikerahkan untuk mulai berfungsi. Beberapa sel telur yang kecil membesar tetapi biasanya hanya satu saja yang bisa membesar. Kantong ovari juga mengeluarkan hormon (estrogen) yang menyebabkan lapisan darah di dinding rahim menebal sebagai persediaan untuk menyambut sel telur yang mungkin dibuahi.
Biasanya pada pertengahan siklus haid, sel telur yang matang tadi dikeluarkan dari ovari dan diraup oleh ujung saluran fallopian dan seterusnya ia bergerak perlahan-lahan menuju ruang rahim. Jika pembuahan terjadi, maka sel telur ini akan melekat di dinding rahim yang telah siap sedia dengan ’sarangnya’ untuk menampung keperluan zygot atau bayi kecil itu. Jika pembuahan tidak terjadi, maka lapisan darah di dinding rahim itu tidak jadi berfungsi dan diluruhkan sebagai darah haid. Kuantitas dan waktu keluar darah haid ini berbeda sesuai dengan kadar hormon yang mempengaruhi tebal tipisnya lapisan darah.
***
Siklus Darah Haid
Beberapa wanita mengalami berbagai masalah haid. Hal ini dikaitkan dengan hormon-hormon yang dikeluarkan oleh ovari tadi. Pertama, ia bisa menyebabkan penumpukan air di dalam badan kita yang mengakibatkan perut terasa kembung dan naik berat badan. Oleh karena dinding rahim akan penuh dan jika seseorang wanita tengah mengalami masalah sembelit atau gangguan kantong kencing, ini akan menyebabkan ketidakberesan. Pengeluaran darah melalui pintu rahim yang sempit kadang-kadang mengakibatkan rasa sakit kepada beberapa wanita.
Sebab itulah, wanita yang mengalami gangguan yang buruk semasa gadis akan merasa lebih buruk lagi di waktu haid setelah melahirkan anak. Ini disebabkan ‘pembukaan’ pintu rahim dengan kelahiran anak. Di samping itu, lapisan darah yang luruh meninggalkan pada rahim yang ‘luka’ dan menyebabkan pengeluaran enzim yang bisa menimbulkan rasa sakit bagi wanita yang sensitif. Setengah daripada masalah haid ini bisa diatasi dengan senaman ringan.
Pada mulanya siklus haid ini tidak menentu karena organ-organ yang masih berlatih untuk berfungsi. Setelah beberapa tahun barulah siklus haid menjadi lebih tetap bagi kebanyakan wanita. Ada juga wanita yang tidak tetap siklus haidnya, dari awal sampai akhir riwayat haidnya. [ukhuwah.or.id]
Versi Cetak
se-Sederhana itu segalanya !!
