.: sEgALaNyA iTu tTg SeGaLaNyA

7 June , 2006

Noken As Mega Pro Make Tiger

Filed under: Motorcycle

KEM MACAN TARIKAN MANA TAHAN
Honda Mega-Pro
Kem Tiger (kanan), bentuk mirip dengan punya Mega-Pro sehingga bisa saling tukar

Ketika diukur, puncak bubungan kem si Macan lebih tinggi ketimbang milik Mega-Pro

Untuk melepas/memasang kem, angkat sedikit cap hole kepala silinder terlebih dahulu

Anda tentu masih ingat Suzuki Shogun 125 yang bisa meningkat horse powernya karena pakai camshaft Shogun 110?
Lumayan lo, kenaikan tenaga bisa mencapai 2 dk terpantau dari hasil tes PT Khatulistiwa Suryanusa di kawasan Pramuka, Jaktim.
Nah, hal yang sama bisa dilakukan pada Honda Mega-Pro. Yakni menggunakan kem milik Tiger 2000. Hasilnya, akselerasi meningkat
dan tarikannya mana tahan.

LEBIH GENDUT
“Memang bisa, tak perlu ada ubahan. Kem Tiger bisa langsung pasang ke Mega-Pro,” bilang Wedijanto Widarso, dari technical service
PT Astra Honda Motor. Menurut Wedi, sapaan akrabnya, secara teori memang pengaplikasian kem milik si Macan bisa meningkatkan
tenaga Mega-Pro. Pasalnya, durasi maupun lift kem Tiger sedikit lebih lebar dan tinggi ketimbang Mega Pro.
“Profil kem Tiger agak gendut dan tonjolan bubungannya lebih tinggi dari Mega-Pro. Baik isap maupun buang,” setuju Wihenri,
mekanik Jakarta Honda Center (JHC) di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jaktim kala mengukur sendiri antara kem Mega-Pro dan Tiger.
Untuk lift, kem tiger bagian isap (in) lebih tinggi sekitar 0,2 mm. Sementara buangnya (ex) lebih tinggi 0,3 mm.

Hal itu membuat angkatan klep jadi lebih tinggi. Apalagi bubungan kem si Macan terlihat sedikit lebih gendut ketimbang punya Mega-Pro.
Sehingga pasokan bahan bakar yang masuk ke ruang bakar jatuhnya akan lebih lama dan buanyak. Wajar jika berimbas ke tenaga.
Mungkin kalau cuma teori, Anda pun masih ragu. Penasaran, OTOMOTIF melakukan pembuktian langsung dengan menerapkan kem
Tiger baru di Mega-Pro keluaran 2003. Memang benar proses pemasangannya tidak perlu melakukan ubahan apa pun. Sama seperti ketika
memasang kem asli Mega-Pro. Kelar terpasang, motor langsung diuji coba di jalan raya.

Tentunya sebelum mengganti kem Tiger, kondisi standar Mega-Pro sudah dirasakan performanya terlebih dulu. Bener saja lo, sesudah
menggunakan noken as si Macan, torsi mesin lebih terasa di putaran bawah. Terutama di kitiran 4.500-5.000 rpm. Akselerasi pun lebih
cepat dibanding masih pakai kem standar Mega-Pro.Bahkan ketika dicoba di putaran mesin lebih tinggi, tenaga seperti tidak kunjung ngedrop.
Makin dibejek grip gas, makin terasa entakan tenaga mesin. Bahkan yang semula (pakai kem Mega-Pro) jarum takometer hanya mentok di 9.500 rpm
saat runing (motor dalam kondisi jalan), setelah pakai kem Tiger bisa tembus hingga 10.500 rpm. Napas mesin pun jadi lebih panjang.
Kalau tak percaya, buktikan sendiri!DiC
Foto: Andhika Arthawijaya

13 February , 2006

Arti warna kabel motor

Filed under: Motorcycle

Warna kabel motor beda. Susah dimengerti orang awam. Apakah artinya? Padahal oleh pabrikanan dibuat sederhana biar semua orang ngerti.

Dasarnya bermacam-macam kabel itu hanya bermuatan positif (+) atau negatif (-) saja. Tidak ada kabel yang bermuatan banci macam manusia. Jadi memang mudah untuk dimengerti.

Biar nggak linglung, berikut dibeberkan soal panduan arti sejumlah warna kabel di empat pabrikan ternama. Tentu tidak semua. Tapi bagian yang paling mungkin ditangani atau dibuka sendiri. Chuenk

HONDA
Hijau : (-) Masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) Aki
Hitam : (+) Kunci kontak
Putih : (+) Alternator pengisian (+) Lampu dekat
Kuning : (+) Arus beban ke saklar lampu
Biru : (+) Lampu jauh
Abu-abu : (+) Flaser
Biru laut : (+) Sein kanan
Oranye : (+) Sein kiri
Coklat : (+) Lampu kota
Hitam-Merah : (+) Spul CDI
Hitam-Putih : (+) Kunci kontak
Hitam–Kuning : (+) Koil
Biru-Kuning : (+) Pulser CDI
Hijau-Kuning : (+) Lampu rem
(Sumber: Sarwono Edi, Staf Divisi Teknik, PT Astra Honda Motor)

KAWASAKI
Hitam-Kuning : (-) Masa
Putih-Merah : (+) Aki
Merah-Hitam : (+) Lampu depan jauh/dim
Merah-kuning : (+) Lampu depan dekat
Abu-abu : (+) Sein kanan
Hijau : (+) Sein kiri
Biru : (+) Lampu rem
Merah : (+) Lampu belakang
Coklat : (+) Klakson
(Sumber: Freddyanto Basuki, Service Department Marketing Division, PT Kawasaki Motor Indonesia. Buku Panduan Sepeda Motor Kawasaki)

SUZUKI
Hitam-Putih : (-) Massa, berlaku untuk semua negatif
Putih-Merah : (+) Pengisian dari magnet
Kuning-putih : (+) Untuk ke penerangan
Merah : (+) Aki
Oranye : (+) Kunci kontak
Abu-abu : (+) Lampu belakang
Putih-Hitam : (+) Lampu rem
Hijau muda : (+) Sein kanan
Hitam : (+) Sein kiri
Kuning-putih : (+) Lampu depan
Putih–Biru : (+) Koil ke CDI
Biru-Kuning : (+) Pulser ke CDI
(Sumber : Pendi Suryanda, Supervisor Training Instruktur Senior Roda Dua PT Indomobil Niaga International)

YAMAHA
Hitam : (-) Masa, berlaku untuk semua negatif
Merah : (+) Arus positif dari Aki
Kuning : (+) Lampu depan jauh
Hijau : (+) Lampu depan dekat
Coklat : (+) Sein kiri
Hijau : (+) Arus beban (penerangan dll)
Putih-Merah : (+) Pulser CDI
Hijau-Hitam : (+) Rem

8 December , 2005

kawinsilang komponen motor Smash & Jupie

Filed under: Motorcycle

KAWIN SILANG HASIL GEMILANG
Suzuki Smash dan Yamaha Vega
Piston Shogun 110. Material kuat, pucuk piston lebih nongol

Kem Shogun 125, durasi lebih gendut

Pengapian Vega, tanpa limiter

Ingin meningkatkan performa motor, mesti perhatikan kualitas serta kekuatan komponen yang dipakai. Memang sih di pasaran sudah banyak dijual part kompetisi. Tapi banderolnya tau sendiri, lumayan mencekik isi dompet. Paling parah, banyak merek aneh dan aspal (asli tetapi palsu) yang kualitasnya gak jelas. Padahal, bisa kok mensubtitusi komponen orisinal motor sejenis yang kualitas dan kekuatannya sudah terbukti gemilang di arena balap.

PANAS TINGGI
Ambil contoh Suzuki Smash. Bebek pabrikan berlambang ‘S’ ini secara teknologi mesin lebih unggul dari saudara tuanya, Shogun 110. Namun sayang, untuk dipakai balap beberapa komponennya gak tahan gesekan ekstrem, panas maupun kompresi tinggi. Mengakalinya, “Bisa adopsi piston orisinal Shogun 110. Yang asli buatan Jepang, materialnya kuat dan tahan gebukan kompresi tinggi,” bilang Adriansyah, mekanik Adri Racing Shop di Rawamangun, Jaktim. Disamping kuat, pucuk piston juga lebih menonjol. Sehingga membantu mendongkrak kompresi.

Komponen lain Smash yang juga kadang enggak kuat menahan kompresi dan panas tinggi adalah klep. “Biasanya suka bengkok,” tutur Adri, sapaan akrab Adriansyah. Maklum umumnya motor berspesifikasi balap putaran mesinnya tingi serta pembakaran di ruang bakar lebih dahsyat. Kalau buat harian sih gak majalah, eh, masalah. Jadi, sudah pasti panas yang dihasilkan lebih ‘gila’ ketimbang motor harian. Nah, dulu para mekanik road race nasional sebelum menggunakan klep kompetisi seperti merek TK dan sebagainya, yang kerap dipakai adalah punya Shogun 110 atau 125 cc.

“Beberapa komponen Shogun, terutama yang 125 cc bisa saling tukar dengan punya Smash. Memang sih tidak persis banget, tapi bisa dipakai dan mudah untuk penyesuaiannya,” bilang Ibnu Sambodo, tuner Suzuki Hendriansyah Pennzoil yang boleh dibilang rajanya korek Smash. Untuk klep, rata-rata yang sering digunakan adalah milik Shogun 125.

Bukan cuma klep saja, kem Shogun 125 juga bisa dipasang pula ke kepala silinder Smash. “Durasi kem Shogun 125 memang lebih bagus buat diterapkan ke Smash. Karakter bukaannya lebih gendut sehingga pasokan bahan bakar bisa lebih banyak,” timpal Adri. Tetapi tentunya ada beberapa langkah penyesuaian yang mesti dilakukan.

Selain Smash, Yamaha Jupiter Z juga bisa diterapkan trik senada dengan mengandalkan beberapa komponen saudaranya, yakni Yamaha Vega. Part Vega yang paling sering dicomot adalah komponen pengapian, mulai dari koil, CDI sampai pulser. “Soalnya CDI Vega tanpa limiter. Sehingga rpm mesin bisa tinggi,” tukas Heri Purnomo, mekanik Yamaha Revtex ART. Buktinya, walau cuma pakai onderdil pengapian orisinal Vega di Jupiter Z pacuan Wawan Hermawan, Heri mampu mengantar Wawan jadi juara nasional kelas pemula.

Oh ya, menurut Heri beberapa komponen Jupiter Z juga ada yang gak kuat menerima gesekan dan panas ekstrem. Antara lain pelatuk klep. “Sudah beberapa kali bantalan pelatuk klep asli terkikis dalam. Sehingga clearance klep sering berubah-ubah,” bebernya. Sebab, umumnya di mesin kompetisi per klep diganti dengan yang lebih keras. Akibatnya angkatan klep jadi keras pula. Sehingga tekanan noken as terhadap bantalan kruk as jadi makin kuat.

Heri memprediksi lantaran bantalan pelatuk klep dibuat menyatu batang pelatuk. “Selain itu bahannya mungkin kurang kuat buat menerima tekanan keras,” ujarnya. Berbeda dengan punya Vega. Bantalan pelatuk dibikin terpisah. Sehingga terlihat seperti tempelan. Bahannya juga terbuat dari baja kuat. Heri yang sudah cukup lama menerapkannya di Jupiter Z pacuan Wawan mengaku tak pernah lagi mendapat kendala bantalan pelatuk cepat terkikis. Oh ya, pakai pelatuk klep Vega ke Jupiter Z tak perlu ada penyesuaian.

Tinggal plek! DiC

from : http://www.otomotif-online.com/art_cetak_detail.asp?cat1=01&cat2=03&cat3=04&cat4=03&seriID=6685&ArtID=4859&catM=

28 November , 2005

Selingkuh Kaze + GL 100

Filed under: Motorcycle

Kanibal Teromol Kaze
Kuat dan Murah

KLIK - DetailBertambah lagi komponen Kawasaki Kaze yang bisa dikanibal ke motor lain. Setelah piston, CDI dan kem, kini giliran teromol belakang dari bebek 112 cc ini layak dijajal. “Sudah pakai teromol Kaze sejak 2 tahun lalu di GL-100. Kuat dan enggak gampang oblak,” buka Alloysius Ari Krisna Wibawa.

Mekanik rumahan yang mangkal di Jl. Kweni, No. 27, Radio Dalam, Jakarta Selatan ini nggak salah pilih. Maklum rumah laher di teromol Kaze terbuat dari baja utuh yang menghubungkan laher roda kanan-kiri (gbr. 1). Bandingkan teromol motor lain yang cuma dari aluminium. Punya Kaze cocok buat motor pekerja berat!

KLIK - DetailBelum lagi harga yang murmer alias murah meriah. Cuma, Rp 85 ribu lengkap dengan laher. “Ada lagi keuntungannya, teromol Kaze klop pakai nap gir Yamaha, jadi gampang nyari kombinasi sproketnya,” yakin Alloy.

Nah, daftar belanjaannya adalah teromol Kaze, bos kanan Kaze, rumah gir Yamaha, bos rumah gir, sproket belakang Yamaha dan karet teromol Yamaha. Langsung saja ikutan pasang, awali dengan membongkar roda belakang dan pasang teromol Kaze di tukang setel pelek.

KLIK - Detail”Coba pasang tutup teromol, kalau nongol, silakan bubut sisi dalamnya sampai rata atau ngeplak ke teromol Kaze (gbr. 2),” tambah pria 35 tahun ini.

Nah, selanjutnya menata ketebalan bos kanan kiri agar roda tetap sejajar dengan rantai. Mengikuti lebar swing-arm di motor sampeyan. Misalkan di GL-100 alloy, bos kanan Kaze dibabat 10 mm, bos kiri dipangkas 8 mm dan bos rumah gir dipotong sampai 30 mm (gbr. 3).

Terakhir tinggal pasang. Enggak ada ubahan berarti selain mencoak ujung karet teromol Yamaha dengan cutter agar masuk ke teromol Kaze.

Reporter : V. Yongki K.
Fotografer : < Kontributor

http://www.motorplus-online.com/articles.asp?id=7475






















Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Minz Meyer